[Review Film] Tenki No Ko Kisah Si Pawang Hujan dan Jurnalis Magang (Spoiler Alert!)


Seperti filosofi lilin, rela hancur demi menerangi semua. Begitulah kira-kira gambaran hidup Hina Amano (Hyaku Paasento Hare-Onna) karakter utama dari film terbaru karya Makoto Shinkai, Anak (sang) Cuaca a.k.a. Tenki No Ko.


Konnichiwa! Kyou wa nan youbi desuka? Nichiyoubi desu.
Itu artinya kita sekarang ketemu lagi di Suka-Suki.

Pada kesempatan kali ini, gue mau mengulas salah satu anime fenomenal di tahun 2019, Weathering with You atau Tenki No Ko, karya Makoto Shinkai. Rasanya gue tidak begitu bersalah kalau sedikit memberi bocoran, mengingat hari ini merupakan hari ke-12 dari hari pertama penayangan film tersebut di Indonesia.

Sedikit cerita, gue sempet ikut giveaway untuk dapetin tiket premiere Tenki No Ko, tapi gagal. Setelah itu gue coba beli tiket premiere-nya, tapi nggak dapet juga karena sold out. Kayaknya, screening premiere emang khusus buat yang dapet tiket giveaway aja ya. Sama jurnalis media massa, biar mereka ngulas film ini, sambil ikut bantuin promosi.

Akhirnya, gue nonton film ini di hari pertama penayangannya untuk umum di Indonesia, yaitu 21.08.19.Gue milih nonton film ini di malam hari, guna mendapat tempat duduk di bagian tengah teater. Ternyata malam pun penontonnya lumayan banyak, meskipun tak seramai film marvel.


Movie Ticket Weathering With You


Kalau boleh jujur, gue sebenernya ngerasa nggak pantes buat nge-review film Shinkai Sensei. Memangnya gue siapa coba? Berani-beraninya mengulas karya dari Film Director se-terkenal dia. Tapi sebagai penikmat anime, ulasan ini merupakan tanggapan gue atas karya dia. Tentu tidak ada karya yang buruk, mungkin terkadang ekspektasi kita aja yang beda sama realitas.

Ketika mendengar nama Makoto Shinkai, tentu terbayang film-film animasi dengan grafis yang memukau serta detail. Bahkan Makoto Shinkai bisa dikatakan sering menggunakan latar cerita yang diambil dari lokasi sesungguhnya yang berada di Jepang.

baca:

13 Tempat Di Anime Kimi No Nawa Ini Ada di Dunia Nyata, Mirip Banget! (IDN TIMES)

10 Tempat di Film 'Weathering With You' Ini, Ada di Dunia Nyata (IDN TIMES)


Berdasarkan hal itulah, penonton setia Makoto Shinkai pastinya sudah menebak bahwa Tenki No Ko pun akan menggunakan latar yang detail sehingga membuat anime ini semakin terlihat 'nyata' seperti karya-karya sebelumnya. Dan tebakan tersebut sangat tepat, bahkan telah dijawab melalui trailer animenya.

Official Trailer Tenki No Ko by Encore Films

'Sedikit' berbeda dengan Kimi No Na Wa

Jika ditinjau dari sekian banyak anime yang telah dibuat oleh Makoto Shinkai, kesan yang didapat setelah menonton Tenki No Ko sungguh berbeda. Berdasarkan pengalaman gue, setiap nonton animenya selalu ada 'klimaks' di akhir cerita. Mungkin karena dalam setiap animenya, Makoto Shinkai lebih memilih membuat cerita yang baru akan terjawab di akhir. Bahkan kebanyakan animenya berakhir dengan sad ending. Sehingga efek haru yang ditimbulkan seolah seperti bom waktu yang meledak. Ledakan tersebutlah yang membuat gue akhirnya selalu merasa beruntung pernah menonton anime buatannya. Namun dengan sedikit rasa kecewa, ledakan tersebut nggak gue rasain di ending Tenki No Ko.

Meskipun ceritanya lagi-lagi masih menceritakan tentang sebuah 'perjumpaan'. Namun yang menariknya adalah karena ketidaksengajaan perjumpaan ini seolah menjadi takdir hidup si tokoh. Bagi gue, perjumpaan selalu menjadi kisah yang menarik. Perjumpaan dalam kisah romansa mungkin jadi mimpi setiap orang. Apalagi jika dibumbui perjuangan.

Jika diamati secara keseluruhan, terdapat banyak kesamaan antara Tenki No Ko dengan Kimi No Na Wa (2016) anime buatan Makoto Shinkai sebelumnya. Misalnya, pada tema utama cerita yakni perpaduan saintifik dan religius, alur ceritanya perjumpaan, tokoh utamanya laki-laki dan perempuan, latar cerita yang diambil dari dunia nyata, serta original soundtrack-nya yang diisi oleh RADWIMPS

Namun, gue melihat ada sedikit perbedaan antara Tenki No Ko dengan Kimi No Nawa, yang mungkin justru inilah yang membuat rating Tenki No Ko berdasarkan IMDb (Internet Movie Database) berada di bawah Kimi No Na Wa atau yang juga dikenal dengan sebutan Your Name.


Laman Weathering With You pada situs IMDb diakses pada 1 September 2019.
Laman Your Name pada situs IMDb diakses pada 1 September 2019.

Perbedaannya sengaja gue bikin dalam bentuk spoiler di bawah ini, mengantisipasi yang belum nonton agar tidak merasa dirugikan.

Perbedaan:
Tenki No Ko memiliki akhiran cerita yang 'Close Ending'. Ini yang membuat alur cerita Tenki No Ko jadi mudah ditebak. Bahkan beberapa kritikus film juga sangat menyayangkan akhir cerita yang 'bahagia' seperti ini. Tak seperti Kimi No Na Wa yang 'Open Ending' Tenki No Ko justru membuat penonton tidak penasaran dan bertanya-tanya lagi tentang kelanjutan ceritanya.


Selain close ending, Tenki No Ko juga cenderung antiklimaks. Beberapa adegan terakhir yang justru bisa membuat Tenki No Ko meledak malah memiliki kelanjutan. Gue pribadi justru mengharapkan kisah Hina Amano berakhir tragis dengan menjadi pahlawan, namun sayangnya Hina Amano berhasil hidup kembali.


Dari segi plot, alur ceritanya maju dan bisa dibilang runut dari awal hingga akhir. Mungkin ada beberapa terlesip 'flashback' guna membumbui dan mendramatisir kisah romansa antara Hodaka Morishima dan Hina Amano. Tapi yang gue salut dari anime ini adalah karena di dalamnya terselip karakter utama dari Kimi No Na Wa. Karena hal itulah, Tenki No Ko disebut 'Cross Over' dari Kimi No Nawa. Meskipun hanya memunculkan sosok Taki Tachibana tanpa Mitsuha Miyamizu, adegan ini sontak membuat penonton di bioskop jadi terpukau.


Banyak yang akhirnya mengkritik munculnya sosok Taki. Sebagian ada yang suka, sedangkan sebagian lainnya merasa kecewa karena Kimi No Na Wa harus memiliki cross over. Kalau gue pribadi, malah suka dengan adanya cross over ini. Ini menunjukkan bahwa mereka berada dalam sebuah 'universe' yang sama. Selain itu, Tenki No Ko menurut gue ikut sekaligus menciptakan sebuah pertanyaan baru, yaitu tentang keberadaan Mitsuha yang tidak dimunculkan. Rasa penasaran ini yang membuatnya jadi menarik.

Lilin dan Pawang Hujan

Menuliskan hal ini tentunya juga menjadi spoiler ceritanya, karena itu mohon dilewatkan saja bagi yang belum nonton.

Kenapa lilin?

Karena sosok Hina Amano yang diberkahi kekuatan untuk menghentikan hujan ternyata menjadi dilema sendiri baginya. Tanpa sadar, tubuhnya semakin lama kian memudar dan seolah menjadi tumbal bagi pengorbanannya untuk menghentikan hujan yang terus menerus mengguyur Jepang tanpa henti.

Kalau pawang hujan?

Karena cerita tentang Hina Amano ini kalau di Indonesia mirip dengan profesi pawang hujan. Ia bisa menghentikan hujan setempat dan bahkan tidak pernah gagal. Hal menariknya adalah karena Hina dan Hodaka akhirnya membuat poster digital yang mengiklankan kemampuan Hina sebagai pawang hujan, atau yang dikenal sebagai Hyaku Paasento Hare-Onna/ Sunny Girl. Karena diiklankan melalui internet, Hina dan Hodaka akhirnya kebanjiran order.

Jurnalis Magang

Hati-hati, ini juga bisa bersifat spoiler. Mohon pengertiannya :)

Hodaka Morishima merupakan siswa SMP yang melarikan diri dari daerah asalnya menuju Tokyo. Tidak diceritakan secara detail, permasalahan apa yang membuatnya memutuskan untuk melarikan diri. Tetapi yang jelas, ia ke Tokyo untuk mencari pekerjaan.

Perkenalannya yang tak sengaja dengan Keisuke Suga (Pemimpin Redaksi sebuah majalah) berawal ketika Hodaka nyaris hanyut diterpa hujan badai saat di kapal menuju Tokyo. Pertemuan ini justru membawa rejeki baginya. Akhirnya setelah kesulitan mendapat pekerjaan di Tokyo karena ia masih berstatus sebagai pelajar, Hodaka pun diterima bekerja oleh Suga sebagai jurnalis magang. 


Fakta mengenai Tenki No Ko

Pertama, penjualan film Tenki No Ko berhasil mengalahkan anime Makoto Shinkai sebelumnya yakni Kimi No Na Wa sekaligus menjadi salah satu dari 10 besar film yang berpenghasilan tertinggi di Jepang sepanjang masa karena dalam 34 hari penayangannya, film ini berhasil meraup lebih dari 10 milyar yen. 

Dalam Tiga Hari, Film Anime Tenki no Ko Raup 1,6 Miliar yen (Jurnal Otaku)

Film Anime Tenki no Ko Meraih Lebih Dari 10 Milyar Yen (mediainformasi)

Kedua, film ini terpilih untuk mewakili Jepang dalam 92nd Academy Awards atau yang lebih dikenal dengan Piala Oscar pada kategori Film Fitur Internasional Terbaik. Jadi kalau ada kritikus yang bilang Tenki No Ko film 'ampas', rasanya gue setuju. Karena film ini masuk dalam nominasi penghargaan yang diadakan oleh AMPAS (Academy of Motion Picture Arts and Sciences) hehe.

Tenki no Ko Didaftarkan pada Kategori Penghargaan Film Internasional Oscar (Jurnal Otaku)

Film Tenki no Ko Dipilih Masuk ke Oscar Academy Award (Akibanation)

Ketiga, jumlah negara yang menayangkan film ini juga berhasil mengalahkan Kimi No Na Wa, yakni ditayangkan di 140 negara. Sebelumnya Kimi No Na Wa berhasil tayang di 135 negara.

'your name.' director Shinkai's new film to hit theaters next week (The Mainichi)


Keempat, film ini punya duet maut seiyuu lho. Meskipun mereka nggak jadi karakter utamanya, tapi mereka juga jadi karakter yang berperan penting. Suara Keisuke Suga (bos Hodaka) diisi oleh Shun Oguri alias babang Genjieh. Sedangkan suara Natsumi (Mahasiswi yang juga bekerja dengan Keisuke) diisi oleh mbak Tsubasa Honda, aktis Jepang yang sangat populer itu lho. 

'your name.' director Shinkai's new film to hit theaters next week

Kesimpulan

Poster Weathering With You /Tenki No Ko di CGV Grand Indonesia
'your name.' director Shinkai's new film to hit theaters next week

Menurut gue, Tenki No Ko tetap menjadi anime yang layak untuk ditonton mengingat penampilan grafisnya yang luar biasa serta unsur magic dan miracle dalam ceritanya. Hanya saja, bagi kita yang terlalu berekspektasi dengan anime-anime yang dibuat Makoto Shinkai sebelumnya, kali ini memang terasa berbeda. Bahkan Makoto Shinkai sendiri telah menduga bahwa film ini akan menuai kritik dari fansnya.
'your name.' director Shinkai's new film to hit theaters next week

Director Shinkai Says His Weathering With You is "A Film That Might Divide The Audience's Opinions" (Crunchyroll)

Kembali lagi, sebagai penikmat gue cuma bisa menikmati Tenki No Ko bukan dengan harus sesuai keinginan gue tetapi dengan 'resep baru' yang diciptakan Makoto Shinkai. Kalau ada perbedaan dengan rasa sebelumnya, wajar saja karena ini mungkin terobosan barunya. Bisa jadi ini sebuah proses eksperimen untuk menemukan resep terbaik baginya. 
Karena itu, pastinya film sekelas Tenki No Ko juga perlu dukungan dari kita para penonton setia anime. Gue pun, belum mampu berlangganan anime yang berbayar. Sebagian besar masih menonton anime dari website gratis dan tentunya banyak yang ilegal. Tapi untuk film layar lebar seperti ini, gue usahain untuk merogoh kocek agar bisa nonton di bioskop. Tentunya dengan harapan, kedepannya mampu untuk berlangganan anime berbayar. 

*** 

Segitu aja yang bisa gue ulas mengenai anime Tenki No Ko. Semoga ulasan ini bisa membuat kita semua tercerahkan, seperti apa yang dilakukan Hina Amano. Hehe
Sampai jumpa lagi di Suka-Suki selanjutnya.


Jaa, mata ne!

Post a Comment

0 Comments