Kenalan sama Igo Yuk!


Konnichiwa! Genki genki? Akhirnya kita bisa bersua lagi di Suka-Suki
Rencananya Suka-Suki akan terbit tiap hari minggu buat nemenin weekend  kalian. Semoga aja terlaksana ya.. hehe




♫ Now playing Get Over by Dream

souce: discogs.com
Sekitar dua minggu lalu, gue main ke Japan Foundation Jakarta. Gue dateng ke sana karena penasaran banget sama 'Open Class dan Igo Gathering' mereka. Rasa penasaran itu pun yang akhirnya membuat gue merasa beruntung karena bisa ketemu sama Hiroaki Kato, penyanyi Jepang yang baru aja menikah sama vokalis band Mocca, kesukaan gue juga. Kekkon omedetou!

Pose ini hanyalah rekayasa belaka karena aslinya gue belum bisa main.
Oh iya sebelumnya buat yang belum tau, Japan Foundation adalah Lembaga Kebudayaan Jepang yang berfokus untuk mengenalkan budaya Jepang ke dunia internasional, dan salah satu kantornya berada di Jakarta.


Japan Foundation Jakarta

Foto profil media sosial Japan Foundation Jakarta

Alamat:
Gedung Summitmas Ⅱ Lt. 1 dan 2, Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 61-62 Jakarta 12190.

Jam operasional: 

Senin-Jumat: 08:30-16:30 (kecuali hari libur nasional / libur khusus)

Social media:

www.instagram.com/jf_jakarta 
www.facebook.com/JFJakarta/ 
www.twitter.com/JF_Jakarta
www.youtube.com/user/JapanFoundationJKT
  
Transportasi: 

Bisa naik MRT Jakarta, turun di stasiun Senayan atau naik bis Transjakarta turun di halte Gelora Bung Karno.

 



Sampai di sana nanti kita masuk lewat pintu depan (iya lah co, masa lewat belakang). Maksud gue, di belakang gedungnya itu ada pintu masuk juga. Gue sempet mampir dulu ke Familymart di belakang gedungnya, tapi ternyata nggak boleh masuk lewat situ. Jadi harus lewat depan ya, dan nggak perlu tuker kartu identitas karena kita langsung diarahkan ke pintu masuk JFJ ke sebelah kiri.

Akses masuk melalui Gedung Sumitmas II
Setelah masuk, baru kita registrasi untuk mendapat ID visitor. Lalu tas serta barang bawaan kita perlu diletakkan di loker yang tersedia.


Loker yang disediakan untuk menaruh tas dan barang bawaan.

Karena gue datengnya agak sore, jadi penjelasan tentang igo-nya udah selesai. Eh, tapi gue sempet nanya-nanya dan ngobrol sama temen-temen dari Komunitas Igo Indonesia (KII). Dan gue jadi tau deh gambaran singkat tentang dunia Igo seperti apa hehe.

Ketika ditanya tentang Igo, gue sendiri awalnya tau permainan ini dari anime Hikaro No Go yang dulu sempat populer pas gue masih SMP. Meskipun kalau ditanya sekarang ceritanya gue juga udah lupa. Tapi yang jelas, di cerita itu tokoh utamanya si Hikaru dia jago main igo berkat bantuan roh Fujiwara-no-Sai. 


Jadi..

Apa itu IGO?

Igo merupakan permainan tradisional yang populer di Jepang. Permainan ini cukup unik karena memiliki banyak nama, yaitu dalam bahasa Inggris disebut "Go" tanpa menggunakan huruf "i" kemudian di Korea permainan ini disebut Baduk/badok, dan dari negara asalnya, Tiongkok, permainan ini disebut Weiqi. Di Indonesia, kalau kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, penyebutannya sama seperti dalam bahasa Inggris, yakni "Go". 


Definisi "go" menurut KBBI diakses via aplikasi KBBI V untuk android.

Sejarah singkat IGO

Asal muasal permainan ini memiliki beragam versi sejarah. Menurut info yang beredar di internet, permainan ini telah ditemukan di China selama lebih dari 4000 tahun lalu. Bahkan muncul juga sebuah teori konspirasi bahwa permainan ini merupakan permainan Alien. Atau misalkan ada permainan yang dimainkan Alien, maka permainan itu adalah igo.

"Kalau teori saya adalah igo (baduk/weiqi) berasal dari permainan yang bukan igo tapi mirip igo. Mirip mainnya, tapi peraturannya beda. Terus dia evolve," ungkap Pelatih Igo Nasional Handy Wen saat ditemui di Koryu Space, (9/8/2019).

Menurut Handy, ada sebuah kesepakatan sejarah bahwa permainan ini telah ditemukan sekitar 2400 tahun sebelum masehi, mengacu pada artefak yang ditemukan di China. Namun tidak menutup kemungkinan kesepakatan sejarah ini dapat berubah apabila nantinya ditemukan bukti-bukti lain mengenai asal-usul permainan ini. Saat ini, igo yang dimainkan oleh para player igo merupakan jenis igo modern.

Yang diperlukan untuk bermain:

• Ada dua orang pemain 
Ada papan persegi bergaris berukuran 19x19 atau untuk pemula bisa 13x13 atau 9x9
Ada dua jenis batu berwarna hitam dan putih



Pengunjung yang sedang bermain igo di Koryu Space, Japan Foundation Jakarta.

Bagaimana cara mainnya?

Meja igo berukuran 19x19
Setelah ngobrol-ngobrol dengan Mario Varo (salah satu anggota KII), dia jelasin ke gue kalau game ini punya 3 peraturan dasar. 

Pertama, batu hanya boleh dimainkan/diletakkan di persimpangan garis.

Batu diletakkan pada persimpangan garis.

"Mungkin ada beberapa yang mikir kalau mainnya di kotak sama kayak catur, nggak" ungkap Varo saat menjelaskan tentang aturan dasar bermain igo di Koryu Space, (9/8/2019).

Kemudian, lanjut Varo, batu yang sudah
diletakkan di papan (baik itu punya kita maupun lawan) tidak boleh disingkirkan kecuali kalau sudah ditangkap. Untuk menangkapnya, kita harus mengelilingi batu lawan sehingga menjadikannya sebagai tawanan.


Batu hitam yang dikelilingi batu putih diangap sebagai tawanan, diperbolehkan untuk ditangkap.
"Itu satu-satunya cara kita boleh memindahkan batu yang sudah dimainkan," imbuhnya.


Kedua, tidak diperbolehkan untuk "bunuh diri".

Maksudnya adalah kita tidak bisa meletakkan batu kita di garis/area yang sudah dikelilingi lawan. Ini disebut juga illegal move atau langkah ilegal.


Tanda merah "X" merupakan area yang sudah dikelilingi lawan.
Ketiga, tidak boleh saling balas-membalas.

Maksudnya adalah apabila hitam membentuk sebuah area dan mengelilingi putih namun saling berhimpitan dengan putih, hitam boleh menawan putih. Namun, putih tidak dapat menawan hitam kembali karena akan membuat permainan saling balas dan tidak selesai. Ini disebut juga aturan "Kou" dalam bahasa Jepang.

Situasi batu yang memunculkan aturan Kou.

Namun, putih dapat kembali menawan hitam apabila putih telah melakukan langkah lain terlebih dahulu (sebelum menawan hitam) yakni meletakkan batu di area lain.

Putih meletakkan batu di D3 terlebih dahulu sebelum melangkah ke D5 untuk menawan hitam.

 

Waktu bermain:

Pada permainan profesional umumnya kedua pemain diberi waktu 6 jam. Namun kecepatan permainan tergantung dari kedua belah pemain.
 

Istilah-istilah dalam permainan IGO:

Nigiri: menebak batu dalam genggaman untuk menentukan siapa yang melangkah pertama
Komi: kompensasi poin tambahan untuk putih sebanyak 6.5
Kifu: game record igo
Kyu: ukuran rank pemain igo
Goban: papan igo
Goke: tempat menyimpan batu igo
Goishi: batu igo
Shusaku: legenda pemain igo Jepang abad 18-an
Handicap: batu tambahan yang sengaja diletakkan sebelum memulai permainan
Pass: lawan menyatakan untuk mengakhiri permainan

Menentukan pemenang IGO:

Pemenang dalam permainan igo ditentukan secara mutlak berdasarkan perolehan poin tertinggi. Poin dihitung berdasarkan jumlah tawanan (batu lawan) ditambah dengan jumlah teritorial kita. Meskipun jumlah tawanan kita sama ataupun lebih banyak dari lawan, namun apabila pada hasil akhir jumlah teritorial lawan lebih banyak, kemungkinan kita akan kalah pada skor akhir.


Permainan yang dimenangkan oleh Putih.





Gimana kalau mau tau lebih banyak tentang IGO?


Laman Facebook Komunitas Igo Indonesia
Gampang banget kok caranya, bisa mengunjungi Facebook fan page Komunitas Igo Indonesia dan mengajukan diri untuk bergabung menjadi anggota. Di sana banyak informasi lebih lanjut mengenai igo, seperti misalnya aplikasi untuk bermain igo yang bagus untuk di ponsel maupun komputer, jadwal event atau pertandingan igo, dan sebagainya. Kalian juga tentunya akan kenal dengan banyak para pemain yang bakalan ngajak main bareng, pokoknya seru deh.


Gimana sekarang, udah kenal dong sama igo? Tertarik buat nyoba main nggak? 


Gue sih udah nyoba main dan emang seru meskipun menurut gue lebih sulit dari catur, hehe. Tapi karena gue suka catur, jadi nggak asing sama permainan yang butuh strategi semacam ini. Nah karena belum punya papan bermainnya di rumah, gue install aplikasi Godroid. Ini bukan sponsor ya, gue nggak dibayar apa-apa -_-

Kayaknya segitu dulu aja perkenalan igo-nya. Duh, jadi pengen rewatch anime Hikaru No Go rasanya. Kemarenan sempat liat di Youtube dan nonton episode 1 hehe..

Ya udah, kalau gitu sampai jumpa lagi di Suka-Suki selanjutnya! 

TSUGI NO SUKA-SUKI~

Kalau ada yang ingin ditanyakan, bisa komen di bawah ya!


Jaa, matane!

Post a Comment

0 Comments