Ketika ada yang nanya 'Lo pernah kerja di restoran?'


manual brew coffee

Selamat malam pembaca blog gue, well gue bingung untuk menyapa kalian dengan sebutan apa. Intinya makasih mau menyimak cerita yang mungkin akan membosankan ini. Sebagian mungkin udah tau, tapi ya itung-itung balikin sedikit kenang-kenangan gue tentang dunia Food and Beverages.

Tulisan ini gue buat sekedar bikin gue inget masa-masa, dimana gue yang tadinya ngga tau kayak gimana sih kerja di restoran, sampai akhirnya jadi tau (meskipun bukan ahli). Dan ini juga bukan ajang untuk membanggakan diri, karena jujur aja menurut gue, belum ada sesuatu yang luar biasa untuk dibanggakan di hidup gue. Baiklah, jadi ceritanya pertama itu..





Sehabis gue lulus SMA tahun 2011, gue yang waktu itu memutuskan untuk menunda kuliah akhirnya coba-coba mengadu nasib alias cari kerja. Tapi, karena waktu itu kalau ngga salah ijazah SMA gue belum turun, cuma Surat Keterangan Lulus yang bisa dijadiin surat sakti biar gue bisa ngelamar kerja. Itu pun gue masih minta bantuan kakak gue untuk buatin curriculum vitae (bersyukurlah wahai kalian yang punya kakak).

Setelah CV jadi, gue juga masih bingung mau ngelamar kemana, ya pokoknya belum paham lah soal urusan lamar-melamar. Apalagi waktu itu internet ngga se-encer sekarang. Tapi ada yang hal cukup ngebantu banget waktu itu. Dia adalah broadcast message dari BBM alias Black Berry Messanger (sekarang justru malah ngga gue gunain). Dari situlah lagi-lagi gue dikirimin link lowongan kerja dari kakak gue.

Berangkat dari link tersebut, sampailah gue beraniin diri untuk ngelamar kerja. Tapi ternyata lowongan itu bukan untuk kerja tetap, jadi cuma seminggu doang. Dan itu untuk pertama kalinya, gue merasakan kerja dan dibayar

Waktu itu gue jadi salesman, di Festival Komputer Indonesia 2011 yang diadain di Jakarta Convention Center. Tugas gue adalah nawarin orang yang mau beli elektronik di acara tersebut tapi ngga mau bayar cash alias kredit. Ini gue skip aja ya karena ngga ada hubungannya sama yang mau gue ceritain, intinya itu pertama kalinya gue kerja. Dan ada juga sempet beberapa pekerjaan lainnya yang gue 'jajal' tapi gue ceritain lain waktu aja.


beberapa minggu kemudian..


Sampai di sini gue mau bersyukur, karena hingga saat ini ingatan gue masih cukup baik buat mengingat-ingat kembali kejadian yang udah berlalu hampir tujuh tahun lalu ini. Waktu itu gue dapet info dari temen, ada lowongan kerja. Tapi kata dia, ini kerjanya di restoran. Gue pun saat itu sempet mikir, apa iya gue yang lulusan SMA jurusan IPA ini bisa kerja di restoran? Tapi ya gue coba-coba aja, namanya juga baru lulus.

Berangkatlah gue akhirnya ke mall Taman Anggrek (sesuai intruksi temen gue). Perlu di ketahui, jarak dari mall tersebut ke rumah gue sekitar 2.000 Hectare. Hmm, maksud gue kurang lebih 20 KM lah. Tapi itu ngga jadi pertimbangan gue. Balik lagi, gue yang saat itu baru lulus SMA sangat membutuhkan pekerjaan, guna mencegah meningkatnya tingkat pengangguran di Indonesia.  

Tiba di sana, gue lansung menuju sebuah restoran yang waktu itu bahkan gue baru denger. Ia adalah Fish & Co. (padahal taunya ini restoran cukup terkenal). Gue aja yang waktu itu  jarang makan di restoran, paling mewah juga fast food makanya baru tau nama itu restoran. Gue bertemu dengan seorang pria, yang katanya HRD restoran tersebut yang mau merekrut karyawan baru.

 
 "Setelan interview gue waktu itu cuma mengenakan kemeja putih, celana formal hitam, dan sepatu pantofel"



Singkat cerita, setelah diwawancarai pria tersebut, sebut saja Mr.R, gue pun diterima. Dia ngga ngasih keputusan pas hari itu juga, tapi ngabarin gue via telpon. Dengan pertimbangan, gue yang belum punya pengalaman F&B sama sekali ini akan ditempatkan di salah satu restoran yang masih satu grup sama Fish & Co. Itulah yang pertama kalinya yang mempertemukan gue dengan Cosi Hongkong & Macau Café yang waktu itu berlokasi di fx lifestyle X'nter, Jakarta Pusat (nb: sekarang restoran ini udah tutup).




Ini adalah moment hari pertama gue kerja di restoran. Cukup norak gitu, pas selesai closingan (ini istilah kita kalo habis beres-beres mau tutup toko) gue minta difotoin sama temen gue. Waktu itu gue masih pake BB Gemini. Jadi resolusi fotonya cuma segini.

 




Kalau ngga salah itu gue masuk siang alias middle shift. Pas nyampe fx, gue sempet nyari-nyari restoran yang bernama Cosi itu, karena gue pun masih asing dengan fx. Akhirnya ketemulah di lantai dua. Sampai di sana, gue langsung disuruh ganti seragam polo shirt warna hitam berlogo Cosi. Gue cukup suka sama seragamnya, berhubung warnanya hitam. Untuk bawahannya, gue cuma perlu pake jeans biru dongker sama sneakers. Setelan yang cukup simpel, mengingat gue cuma perlu pake jaket sepulang kerja tanpa harus ganti seragam dulu.


Q: Pengalaman yang paling mengesankan mengenaskan selama kerja di Cosi?

A: Hmm sebenernya banyak, karena ini yang pertama. Tapi yang paling gue inget, adalah ketika gue dengan bodohnya membawa triangle plate berisi sebuah oxtail soup dengan menggunakan tray. Akhirnya pas gue udah sampe di depan tamu yang pesen, gue ngga kuat nurunin itu makanan dari tray (yang gue taruh di atas tangan kiri gue) ke meja :'


Setelah kurang lebih bekerja selama 6 bulan di situ, gue akhirnya memutuskan untuk resign. Bukan karena gue ngga betah, tapi karena restorannya tutup dan gue disuruh pindah ke outlet lain yang ada di Pluit dan atau Living World Alam Sutera. Menurut gue, kali ini jaraknya terlalu jauh buat gue. Pertimbangannya, kalau gue terima berarti gue akan menghabiskan bensin dan waktu perjalanan yang ngga sedikit.



**

Setelah itu gue nganggur. Tapi karena waktunya bertepatan dengan persiapan tes masuk PTN 2012, gue gunain aja buat cari-cari referensi belajar. Karena selama 6 bulan kerja itu, gue membulatkan tekad kalau di tahun 2012 harus kuliah. Akhirnya gue ikut tes masuk Politeknik Negeri Jakarta, ambil jurusan MICE program D4. Ternyata di situ bukan rejeki gue, setelah interview berhasil, gue cuma keterima sebagai cadangan akibat nilai tertulis gue kurang memuaskan. (nb: waktu itu gue ngerjain soal MIPA)

Gue sadar, ada beberapa soal Akuntansi yang gue skip karena emang gue ngga ngerti sama sekali. Dan bodohnya gue, pengumuman penerimaan itu diumumkan via email. Gue saat itu belum rajin buka email, padahal keterima sebagai cadangan itu bisa diurus dan harus didaftarkan ulang biar bisa jadi calon mahasiswa di situ. Tetapi sekali lagi, itulah hikmah yang akhirnya mempertemukan gue dengan IISIP Jakarta dan dunia Jurnalistik.


Mungkin lebih lengkapnya kalian bisa baca ini :  Semester Pertamaku



Setelah beberapa minggu kuliah, gue mulai menyempatkan diri untuk menyusun CV kembali. Gue udah bertekad akan menyelesaikan kuliah S1 Jurnalistik sambil bekerja sampingan alias part time. Dan kalian pasti udah nebak, kalau gue bakal cari part time  di restoran tau kafe. Yap, bener banget.

Berbekal pengalaman gue itu, gue bisa keterima di restoran yang namanya TRS Diner, Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan. Gue memilih lokasi mall ini bukan tanpa pertimbangan. Pertama, lokasinya ngga terlalu jauh dari rumah gue maupun dari kampus IISIP. Kedua, mall ini (kata temen gue) tutupnya rada maleman dibanding mall lain. Artinya gue bisa masuk kerja shift sore. 

Gue saat itu belum tau mana restoran yang bisa menerima 'anak kuliahan' mana yang engga. Setau gue, kebanyakan sih ngga mau. Jadi waktu itu gue random aja milih restoran ini, dan ternyata keberuntungan berada di pihak gue.

Singkat cerita, gue kerja di TRS Diner selama kurang lebih tiga tahun. Dari yang awalnya ngga tau istilah "diner" itu apa, sampe jadi tertarik banget sama semua konsep-konsep American Diner, musik-musik The Beatles dan barang retro. Belum lagi bar stool jadul dan suasana kental khas Amerikanya. Ditambah puluhan frame sosok yang dipajang di dinding-dindingnya. Ini juga yang bikin gue ngga bisa lupa, karena gue dulu sering ngebersihin frame-frame itu juga sih hehe. Pokoknya banyak banget menurut gue, pengalaman dan ilmu yang di dapet selama gue kerja di situ. 




Sengaja di-crop agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. If you know what I mean.



 
Ritual 17 Agustusan. Pakai ikat kepala biar berasa pejuang.

Detik-detik sebelum dimulainya acara 6th Anniversary TRS Diner. Temanya waktu itu 'it's all 600D'




Q: Moment paling seru selama kerja di TRS Diner?

A: Sebenernya banyak ya, karena tiga tahun itu lumayan lama. Bahkan gue sama temen-temen itu sampe akrab banget. Ya tapi ini mungkin yang paling seru selama kerja di situ menurut gue, ketika gue diminta menjadi seksi acara untuk merayakan Anniversary TRS Diner yang ke-6



***



Last but not least, setelah gue keluar dari TRS Diner karena gue harus magang kerja di media, sampailah gue akhirnya kerja lagi di sebuah restoran semi fine dining. Restoran ini lokasinya masih satu lokasi, alias di Citos juga. Kalau kalian kebetulan lagi nyari wine atau sekedar mau nikmatin tempat nongkrong yang santai dan cozy, gue merekomendasikan tempat ini untuk kalian. Dia adalah Wine & Spirits Jakarta, Bottle Shop Eatery.

Gue kerja di situ sekitar satu setengah tahun. Lumayan belajar banyak di situ, meskipun gue sebelumnya udah dua kali kerja di restoran, tapi  di sini jumlah minuman yang dijual banyak banget. Dan rata-rata itu baru gue kenal semua. Kalo makanannya, sebagian besar gue udah tau. Tapi tetep aja, setiap restoran pasti punya penamaan atau sebutan tersendiri untuk sebuah makanan. Jadi ya harus belajar lagi.

Di situ juga tempat yang ngajarin gue tentang minuman beralkohol dari nol. Meskipun sebelumnya gue udah tau beberapa nama-nama brand minuman terkenal. Tapi pas gue masuk situ, gue ngerasa ilmu gue makin nambah banyak. Karena gue juga belajar dari dasar, dan bahkan sempet diberi penjelasan atau training dari si marketing brand tersebut.


Foto ini gue ambil dari instagram gue, karena foto-foto gue waktu kerja di sana banyak yang kehapus akibat memori card hape gue yang rusak.



Q: Moment paling mendebarkan selama gue kerja di W&S?

A: Waktu itu pertama kalinya gue nuangin wine buat owner. Dan apesnya gue, temennya doi ngerekam pake kamera dan flashnya nyala. Berhubung gue yang masih amatir itu kaget, tanpa sadar wine yang gue tuang udah tumpah kemana-mana di mejanya. Beruntung gue ngga disuruh ganti :')


 Oke, segitu aja. Karena gue baru nyobain kerja di tiga restoran yang berbeda. Mungkin belum ada apa-apanya, dibanding temen-temen gue yang udah nyobain pindah kerja kesana-kemari. Tapi berkat gue pernah ngerasain kerja di restoran, gue dapet satu hal yang berguna banget menurut gue buat kehidupan gue kelak. Yaitu:


"Dimana pun gue makan, gue akan sangat menghargai orang-orang yang membuat dan yang menyajikan makanan tersebut"




BONUS NIH DARI GUE!



Post a Comment

0 Comments