Be Yourself!

"Dear readers, kalian pasti udah bosen ya denger kata di atas. Sebenernya gue juga bosen sih, tapi ya coba kita bahas sedikit yuk." (Be yourself! = Jadilah diri sendiri)

Pertama kali gue denger kata be yoursef, yang terlintas di pikiran gue malah memunculkan sebuah pertanyaan. Lho, kenapa gitu? Ya jelas lah gue bingung masa disuruh jadi diri sendiri, emang selama ini jadi siapa. Barulah setelah gue beranjak remaja tanggung alias dewasa kurang, gue mulai paham arti yang sesungguhnya.

Pada dasarnya, manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai perbedaan dan engga mungkin ada yang sama persis. Tapi bukan berarti perbedaan ini membuat kita saling bertentangan, melainkan untuk saling melengkapi sebagai mahluk sosial. Saling melengkapi bisa berarti berbagi, bekerja sama, berkeluarga, bersosial. Namun ketika manusia diciptakan sebagai mahluk yang berbeda satu sama lain, kembalilah muncul sebuah pemikiran untuk menghilangkan perbedaan dengan berkelompok. Tujuannya adalah agar menjadi sama tentunya.

Sering kita lihat sekarang ini banyak sekali hal-hal yang nampak sama dalam hidup. Maksud gue bukan karena keseragaman hidup, tapi ini jelas karena kurangnya daya kreativitas dan meninggkatnya plagiator. Kurangnya daya kreativitas membuat manusia tidak mempunyai pilihan lain untuk keliatan beda. Alhasil, contek sana sini dan bikin hidup ini jadi keliatan lebih monoton.

Buat gue pribadi, jadi diri sendiri sangat menyenangkan karena bisa lebih ekspresif terhadap hal apapun. Dan tentunya, anda akan bangga dengan menjadi diri sendiri. Alasannya, karena hanya anda telah jujur menjalani hidup. Be yourself bukan berarti tidak melihat dari orang lain, tapi melihat secara sudut pandang anda. Anda boleh saja melihat berbagai inspirator yang kreatif dan inovatif, tapi anda tidak harus menjadi sama dengan dia.

Menjadi diri sendiri menurut gue bukanlah hal yang sulit, karena ini engga perlu dipelajari secara khusus. Jadi cobalah beberapa tips berikut!

1. Pikirkan tentang jati diri anda yang sebenarnya, dengan membuat list tentang hal-hal yang anda suka maupun yang tidak anda suka.

2. Introspeksi lebih dalam tentang kepribadian anda, dengan mengingat tentang bagaimana anda dalam bersikap.

3. Lebih kritis dan kreatif dalam menghadapi lingkungan sosial.

4. Dengarlah masukan dari orang lain, cerna lalu ciptakanlah versi anda sendiri.

5. Cobalah tidak terpaku pada trend, tapi ciptakanlah trend itu sendiri.

6. Semakin banyaklah melihat hal baru di sekeliling anda.

7. Kurangi hal-hal yang bersifat meniru secara plagiat.

8. Jadilah diri sendiri!


Post a Comment

0 Comments