Kutu Buku atau Book Lovers?

Istilah kutu buku pasti udah mendarah daging buat orang indonesia. Dari yang muda sampe yang tua, pasti udah pernah denger kata tersebut. Kutu buku sendiri adalah arti konotatif dari bahasa Indonesia, yang artinya orang yang sangat gemar membaca buku sehingga kurang memperhatikan pergaulan atau penampilannya. (sumber wikipedia.org)

Hmm, ga ada yang salah memang dengan istilah tersebut. Apalagi kutu buku sendiri sering dianggap sebagai hal yang membanggakan. Seperti kebanyakan orang bilang, "Jadilah kutu buku, jangan jadi kutu busuk". Ini berarti kutu buku memang nampak lebih baik ketimbang kutu busuk. Lantas siapakah yang ingin dipanggil atau dicap sebagai kutu buku?

Pertanyaan inilah mungkin yang sering datang di usia remaja, tepatnya di masa-masa SMA. Lho, kenapa di usia remaja? Ya karena emang remaja adalah saat dimana seseorang mulai mencari tahu tentang jati dirinya masing-masing. Dan punya kemungkinan jati dirinya layak menjadi seorang kutu buku. Tapi pasti jarang banget ada remaja normal (yang sering ikutan trend), mau dicap sebagai kutu buku. Menurut kebanyakan remaja (termasuk pengalaman gue), kutu buku itu sih sebenernya oke-oke aja. Kalo kita coba garis bawahi ada embel-embel yang bikin kutu buku itu jadi image yang kurang enak didenger. Yap, bener banget tebakan kalian "kurang memperhatikan pergaulan atau penampilannya". Ini jelas menyimpang dari norma pergaulan anak muda zaman sekarang.

Karena kata tersebut sudah mendarah daging, maka image itu pun akan sulit dihapus. Setiap denger kutu buku, pasti kebayang seorang lugu, berkaca mata, ditambah potongan rambut yang agak jadul. Jelas banget deh ini bikin remaja engga mau dipanggil kutu buku. Kalo pun kata ini digunain, malah jadi seolah ejekan buat remaja yang penampilannya cupu. Padahalkan arti sebenernya, kutu buku itu orang yang rajin, suka dan gemar membaca.

Membenahi persoalan di atas, gue berusaha berpikir secara simpel dengan menciptakan istilah baru yang lebih enak didenger, yaitu book lovers. Emang sih ini bukan bahasa Indonesia, tapi kan istilah ini lebih keliatan fresh. Book lovers atau pecinta buku lebih keliatan sebagai orang yang hobi atau emang suka banget sama buku. Dan berati dia juga suka yang namanya baca. Menurut gue juga, book lovers lebih memunculkan image tentang aktivitasnya bukan wujud orangnya. Book lovers juga lebih terkesan keren, karena kan jarang juga remaja yang hobinya baca. Jadi, image-nya lebih ke remaja keren, tetep bergaul dan punya semangat baca tinggi.

That's all only my opinion. Kembali lagi kepada kalian sebagai pembaca yang menilainya. Semoga ini bermanfaatnya bagi kita. Salam hangat dari seorang book lovers :)

Post a Comment

0 Comments